PROPOSAL PELAYANAN ASUHAN KEPERAWATAN GIGI DAN MULUT INDIVIDU PADA KELOMPOK BERKEBUTUHAN KHUSUS

 


PROPOSAL

PELAYANAN ASUHAN KEPERAWATAN GIGI DAN MULUT

INDIVIDU PADA KELOMPOK BERKEBUTUHAN KHUSUS

 


Nama Pasien  : Alan Candrawinata

Umur : 6 tahun

 



 

Dosen Pembimbing Praktikum :

Drg. Ani Subekti, MD. Sc, Sp.KGA

 

Mahasiswa Praktikan :

Sheila Salsabila Dicalista

P1337425217055

Semester VII

 

DIV Keperawatan Gigi

Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Semarang

Tahun Ajaran 2020


 

A.    Latar Belakang

Kesehatan merupakan salah satu unsur dalam pembangunan nasional yang berguna untuk peningkatan dan pengembangan sumber daya manusia. Dengan masyarakat yang sehat, akan dapat mewujudkan derajat kesehatan yang optimal, dimana sehat menurut WHO adalah suatu keadaan jasmani, rohani, dan sosial yang sempurna tidak hanya bebas dari penyakit, cacat dan kelemahan.

Untuk mewujudkan derajat kesehatan yang setinggi-tingginya bagi masyarakat, diselenggarakan upaya kesehatan yang terpadu dan menyeluruh dalam bentuk upaya kesehatan perseorangan dan upaya kesehatan masyarakat. Upaya kesehatan diselenggarakan dalam bentuk kegiatan dengan pendekatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitative yang dilaksanakan secara terpadu, menyeluruh, dan berkesinambungan (UU Kesehatan no.36/2009).

Pelayanan asuhan kesehatan gigi dan mulut adalah suatu layanan kesehatan gigi dan mulut yang ditujukan pada suatu kelompok tertentu atau individu dalam kurun waktu yang dilaksanakan secara terencana, terarah dan berkesinambungan untuk mencapai taraf kesehatan gigi dan mulut yang optimal (Depkes RI, 2000).

Saat ini masyarakat Indonesia perlu diberdayakan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan gigi dan mulut dengan cara mencegah, merawat dan memelihara kesehatan gigi dan mulut. Berdasarkan temuan dari beberapa penelitian dan situasi konkret masyarakat  Indonesia, kesadaran untuk merawat dan memelihara kesehatan gigi dan mulut dari berbagai tingkatan usia masih perlu dikembangkan. Terbukti dari hasil riset kesehatan dasar republik Indonesia 2018 yang menunjukan bahwa proporsi perilaku menggosok gigi masyarakat dengan benar hanya sebesar 2,8%. Salah satu penyebab rendahnya perilaku menggosok gigi yang baik dan benar adalah kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai perilaku menggosok gigi (Kemenkes, 2018)

Dengan demikian perlu adanya tindakan pelayanan kesehatan gigi meliputi upaya promotif, preventif serta kuratif untuk meningkatkan status kesehatan gigi dan mulut pada masyarakat yang diharapkan bersifat menyeluruh. Terdapat banyak hal yang sangat penting untuk lebih diperhatikan dari perbedaan dalam kelompok masyarakat, yaitu adanya anggota masyarakat yang memerlukan pelayanan dan perhatian khusus untuk menunjang kehidupannya, salah satunya adalah kelompok anak pra sekolah.

Untuk mewujudkan derajat kesehatan yang optimal khususnya kesehatan gigi dan mulut, maka upaya pelayanan kesehatan yang terencana, berkesinambungan dan ditujukan pada kelompok tertentu. Adapun yang dimaksud dengan kelompok tertentu dalam pengertian pelayanan asuhan ini adalah kelompok yang rentan terhadap penyakit gigi dan mulut adalah ibu hamil, anak usia prasekolah dan anak sekolah dasar (Depkes RI 2000).

Anak Pra Sekolah merupakan kelompok rentan terhadap penyakit gigi dan mulut, maka dari itu anak-anak usia Pra Sekolah perlu mendapat perhatian khusus. Untuk meningkatkan derajat kesehatan gigi dan mulut diadakan suatu kegiatan Pelayanan Asuhan Kesehatan Gigi dan Mulut.

Keberhasilan pelayanan kesehatan gigi dan mulut secara nasional dapat dilihat dengan pencapaian indikator derajat kesehatan gigi dan mulut. Indikator derajat kesehatan gigi dan mulut yang optimal tahun 2010 adalah OHI-S ≤ 1,2, DMF-T ≤ 2, def -t ≤ 2, PTI ≥ 20% dan CPITN≥ 3sextan sehat (Depkes RI,2000).

Pada praktek kali ini dilakukan tentang pengkajian pelayanan asuhan keperawatan gigi dan mulut pada pasien yang bernama Alan chandrawinata sesuai dengan kebutuhan pasien untuk meningkatkan derajat kesehatan gigi dan mulut.

B.     Tujuan

a.       Tujuan Umum

Untuk meningkatkan mutu, cakupan, efisiensi pelayanan kesehatan gigi dan mulut dalam rangka tercapainya pemeliharaan gigi dan mulut pada sasaran secara optimal.

b.      Tujuan khusus

1.      Untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan kemampuan pasien untuk berperilaku hidup sehat dibidang kesehatan gigi dan mulut dan mengetahui kelainan-kelainan penyakit gigi dan mulut.

2.      Untuk meningkatkan kemampuan pasien dalam melaksanakan upaya pencegahan terhadap terjadinya penyakit gigi dan mulut, mengetahui kelainan-kelainan penyakit gigi dan mulut.

3.      Untuk meningkatkan kemampuan pasien dalam mengambil tindakan yang tepat untuk pencegahan penyakit gigi dan mulut.

4.      Untuk meningkatkan kemampuan pasien dalam menggunakan sarana pelayanan kesehatan gigi dan mulut secara tepat.

 

C.    Manfaat Pelayanan

Program pelayanan asuhan kesehatan gigi individu ini akan sangat bermanfaat bagi anak dan orang tua dalam menanggulangi terjadinya penyakit gigi dan mulut. Sehingga dapat dicapai sumber daya manusia yang sehat dan produktif di masa yang akan datang.

D.    Sasaran

Sasaran dalam kegiatan pelayanan asuhan gigi dan mulut individu ini adalah seorang anak pra sekolah bernama Alan Chandrawinata usia 6 tahun.

 

E.     Pengkajian Asuhan Keperawatan Gigi dan Mulut

1.      Identitas Pasien

a.       Nama               : Alan Candrawinata

b.      Umur               : 6 tahun

c.       Jenis Kelamin  : L

d.      Pekerjaan         : Siswa(TK)

e.       Agama             : Islam

f.        Alamat            : Jl.Rya Banteran rt02 rw06.

 

2.      Anamnesa

a.       Keluhan Utama           :

Pasien datang dengan keluhan gigi bagian bawah sebelah kanan terasa terasa linu saat terkena air dingin dan terkadang ada makanan yang masuk

b.      Keadaan Umum          :

Pasien tidak memiliki riwayat penyakit.

 

3.      Riwayat Kesehatan Gigi

Pasien belum pernah melalukan perawatan kesehatan gigi.

 

4.      Kondisi Ekstra Oral

Setelah pemeriksaan dilakukan dapat dilihat bahwa muka pasien simetris, kelenjar limpe sebelah kanan maupun kiri tidak teraba, lunak, dan tidak sakit.

 

 

5.      Kondisi Intra Oral

a.      def-T

d          : 7

e          : 0

f           : 0

 

b.      Index kebersihan mulut (PHP-M) :

1)      Gigi Indeks

55

53

64

84

73

75

 

 

c.       Skor PHP-M (mengetahui debris dan plak)

6

5

6

Jumlah  35

Kriteria : (Sedang)

8

3

7

 

d.      Pemeriksaan mukosa mulut

-       Lidah            : Berwarna merah muda, nampak tonjolan papila, normal.

-       Pipi               : Tidak ada pembengkakan, Normal

-       Bibir             : Normal

-       Palatum        : Normal

-       Gusi              : Ada beberapa gusi yang sedikit memerah dibagian servikal.

-       Kelainan yang ditemukan : tidak ada

 

e.    Kelainan/Anomali gigi

-       Bentuk         : Tidak ada kelainan

-       Ukuran         : Tidak ada kelainan

-       Posisi            : Tidak ada kelainan

-       Warna           : Tidak ada kelainan

 

 

.

F.     Diagnosa Asuhan Keperawatan Gigi Individu

Elemen Gigi

Data/ Gejala

Masalah

Penyebab

84,74

Ditemukan gigi yang karies dan terasa sedikit linu Ketika terkena air dingin .

Karies dentin

·         Kurangnya pengetahuan orang tua tentang cara pemeliharaan gigi dan mulut.

·         Cara menyikat gigi pasien yang kurang tepat.

·         Kebiasaan makan makanan manis dan melekat.

51,54,61,65,85

Ditemkan adanya bercak hitam dan karies mencapai email

Karies email

 

·         Kurangnya pengetahuan orang tua dan pasien mengenai cara menjaga kesbersihan gigi dan mulut.

·         Cara menyikat gigi pasien yang kurang tepat.

·         Kebiasaan makan manis dan melekat.

55,54

Ditemukan karang gigi supragingival

Karang gigi

·         Kurang terjaganya kebersihan gigi dan mulut oleh karena kurangnya pengetahuan pasien mengenai hal tersebut.

·         Saliva sedikit kental.

 

G.    PRIORITAS MASALAH

            Berdasarkan data pemeriksaan maka didapat  prioritas masalah sebagai berikut :

            

No.

     Masalah

U

S

G

Total

Prioritas

1

PHP-M

4

4

4

12

I

2

def-t

3

3

4

10

II

 

                                     Keterangan :

                                              Skor U = 0-5 (tidak penting-sangat penting)

                                              Skor S = 0-5 (tidak serius – sangat serius )

                                               Skor G = 0-5 (tidak berdampak- sangat berdampak)

 

 

H.    Perencanan Tindakan Asuhan Keperawatan Gigi dan Mulut

Diagnosa

Tindakan

Konseling

Intruksi

Tujuan

Evaluasi

Karang gigi

Scaling

- Memberikan penyuluhan tentang :

Cara menggosok gigi,

Pasien dan orang tua diberi edukasi mengenai perawatan kesehatan gigi dan mulut

- Media yang digunakan :

 Poster dan video menyikat gigi

 

·         Tetap menjaga kebersihan gigi dan mulut dengan menggosok gigi 2 kali sehari di pagi dan malam hari .

·         Mengonsumsi makanan yang berserat serta permen karet xylitol tanpa gula bila perlu untuk merangsang sekresi saliva

Meningkatkan pengetahuan pasien mengenai kesehatan gigi dan mulut

Obser-vasi

Karies

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gigi permanen yg baru tumbuh (36 dan 46)

Penambalan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Topikal aplikasi flour

- Memberikan penyuluhan tentang :

Cara menggosok gigi, waktu menyikat gigi yang tepat.

Pasien dan orang tua diberi edukasi mengenai perawatan kesehatan gigi dan mulut

 

 

- Memberikan penyuluhan tentang :

Makanan yang baik dan buruk untuk gigi.

-Media Penyuluhan : Poster

·         Tetap menjaga kebersihan gigi dan mulut dengan menggosok gigi 2 kali sehari di pagi dan malam hari.

·         Mengonsumsi makanan yang berserat

 

Tetap menjaga kebersihan gigi dan mulut dengan menggosok gigi 2 kali sehari di pagi dan malam hari

Meningkatkan pengetahuan pasien mengenai kesehatan gigi dan mulut

 

 

 

 

 

 

 

Meningkatkan pengetahuan pasien mengenai kesehatan gigi dan mulut

Obser-vasi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Observasi

 

 

Pemecahan Masalah

Berdasarkan masalah yang ada dapat diperoleh alternatif pemecahan masalah sebagai berikut :

1.   PHP-M

a.    Promotif

1)      Melakukan penyuluhan tentang cara merawat gigi dan mulut yang baik dan benar.

2)      Melakukan penyuluhan tentang cara dan waktu menggosok gigi yang baik dan benar.

3)      Melakukan penyuluhan tentang makanan yang baik dan buruk untuk kesehatan gigi dan mulut.

b.   Preventif

1)      Kontrol plak.

2)      Melakukan pembersihan karang gigi (scalling).

3)      Simulasi menggosok gigi.

2.   def-t

a.    Promotif

1)      Melakukan penyuluhan tentang gigi berlubang.

2)      Melakukan penyuluhan tentang cara merawat gigi dan mulut yang baik dan benar.

3)      Melakukan penyuluhan tentang cara dan waktu menggosok gigi yang baik dan benar.

4)      Melakukan penyuluhan tentang makanan yang baik dan buruk untuk kesehatan gigi dan mulut.

b.   Preventif

Melakukan pengolesan fluor atau topical aplikasi

c.       Kuratif

                Penambalan

 

I.       Anggaran Biaya

Dana yang diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan pelayanan asuhan kesehatan gigi adalah sebagai berikut :

No.

Alat yang dibutuhkan

Anggaran

1.       

Print kartu status

Rp. 2.000

2.       

Print poster

Rp. 3.500

3.       

Alkohol

Rp. 10.000

4.       

Kapas

Rp. 5.000

5.       

Handscoon + masker

Rp. 18.000

6.       

Sikat gigi + Pasta Gigi

Rp. 10.000

Jumlah

Rp. 48.500

 

J.      Perencanaan Evaluasi Asuhan Keperawatan Gigi

1.      Evaluasi jangka pendek dan jangka panjang

a.       Jangka Pendek

Dilakukan setelah pelayanan asuhan kesehatan gigi dan mulut dengan rincian sebagai berikut :

1)      Promotif

Untuk melihat keberhasilan penyuluhan dengan mengajukan tanya jawab dalam setiap penyuluhan. Dengan indikator pasien dapat menjawab pertanyaan secara lisan.

2)      Preventif

Untuk melihat keberhasilam program cara menggosok gigi yang baik dan benar dilakukan dengan sasaran mempraktikkan kembali cara menyikat gigi yang benar.

 

b.      Jangka Panjang

Pasien diminta melakukan pemeriksaan gigi minimal 6 bulan untuk mengetahui keberhasilan program kegiatan pelayanan asuhan kesehatan gigi dan mulut. Dengan indikator target sesuai dengan pemeriksaan jangka pendek.

 

K.    Hambatan yang Terjadi

1.      Pasien kurang kooperatif, masih malu Ketika membuka mulut.

Cara penanganannya yaitu lewat pendekatan terlebih dahulu bisa dari pihak orang tua dan anaknya langsung


Lebih baru Lebih lama